Aku dan Sepeda Federalku (Kesabaran dan Akhir dari Pencarian)

Aku dan Sepeda Federalku (Kesabaran dan Akhir dari Pencarian), Aku remaja biasa dengan kehidupan yang sama seperti pada umumnya. Roda kehidupanku berputar waktu demi waktu hingga pada akhirnya ku selesaikan studi di sebuah perguruan tinggi di kotaku. Jelas  sindrom pasca menjadi seorang sarjana itu pasti ada dan seketika itu dapat merubah gaya hidupku. Begadang hingga ketemu pagi lagi, makan tidak teratur, kurang minum dan masih banyak lagi aktifitas-aktifitas yang tidak sehat ketika menganggur. Hingga saat itu aku terbaring di rumah sakit dan difonis menderita infeksi saluran urine dan batu ginjal. Aku sadar hal itu terjadi karena gaya hidupku yang tidak sehat dan bahkan sama sekali tidak pernah berolahraga.

Setelah keadaanku mulai berangsur membaik, terlintas di benaku untuk kembali berolahraga, dan ingin rasanya bersepeda kembali seperti dulu ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Kenangan waktu kecil saat bersepeda dengan teman-teman sepermainaku semakin memperkuat keinginanku untuk bersepeda lagi. Tapi keinginan yang besar tak sebanding dengan kemampuanku saat itu. Untuk memenuhi kebutuhanku saja belum mencukupi, apalagi untuk membeli sebuah sepeda. Semakin jauh rasanya untuk menggapai keinginan itu, bulan hingga tahun bergulir tanpa ada pekerjaan menghampiri.

Entah kenapa sepertinya keberuntungan menghampiriku saat itu. Sepulang dari melihat lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan, tak sengaja aku berkunjung ke rumah seorang teman karena saat itu hujan sangat lebat di kota Purwokerto. Tak sengaja pula kumelihat ada sebuah sepeda penuh karat tersandar di tembok dan tersiram air hujan. Tanpa basa basi langsung kutanyakan kepada temanku.

“apa itu sepedamu?” tanyaku

“iya, itu sepedaku saat aku SMP”

“kok di biarin aja kaya gitu, kan sayang malah jadi rusak”

“udah males ngrawatnya”

“hemm..sayang banget yah” sambil kuberkata dalam hati.

“kalo kamu mau ambil aja daripada disini ga kepake” kata temanku.

Akupun sangat senang saat itu karena sebentar lagi keinginanku bisa terwujud. Kudekati sepeda itu tapi ternyata kondisinya sangat memprihatinkan hanya fork, frame dan stang saja yang masih bisa digunakan. Walaupun bukan sepeda utuh yang kubawa pulang, tapi setidaknya bisa meringankan bebanku untuk memiliki sebuah sepeda.

Sesampainya di rumah langsung kubersihkan frame itu sedikit demi sedikit hingga terlihat decal “FEDERAL” di frame itu. Dengan modal 500 ribu yang tersisa di tabungan mulailah kubangun sepeda itu sedikit demi sedikit hingga bisa dipakai lagi. Saat itu mulailah timbul rasa penasaran tentang merek sepeda federal, kucari semua informasi di internet tentang sepeda ini hingga kutemukan sebuah grup di sebuah media sosial yang bernama MTB Federal Indonesia yang berisi foto dan informasi-informasi tentang sepeda federal. Disinilah awalnya aku mengenal Federal dan mengetahui seluk-beluknya, bisa berkenalan dengan para pencinta sepeda federal seluruh Indonesia dan banyak pula ilmu mengenai sepeda.

Tak terasa waktu berputar begitu cepat hingga hampir satu tahun, kebanggaanku kepada sepeda buatan Indonesia ini tak sedikitpun luntur, bahkan aku sangat fanatik terhadapnya. Tapi setelah mendalami banyak hal tentang federal akupun mulai sedikit curiga dengan sepedaku, sepeda yang selalu menemaniku mencari nafkah. Ada beberapa bagian di frame yang tak sama seperti federal pada umumnya. Semakin penasaran, kucari nomor serinya ternyata dugaanku benar nomor serinya berbeda dengan federal lainya. Seketika itupun aku merasa kecewa, sedih bercampur baur menjadi satu.

Kekecewaan itu tak membuatku berhenti mencintai Federal, kuluangkan waktu berbulan-bulan untuk mencari sepeda federal yang asli dan berkali-kali kegagalan yang kutemui. Sempat hampir membeli frame yang ditawarkan oleh sahabat di gurp MTB Federal Indonesia, tapi itupun harus kubatalkan karena sisa uangku ku pakai dulu untuk membiayai ayahku yang sedang dirawat dirumah sakit. Takdirpun berkata lain, selang berapa hari ayahku di panggil oleh NYA, dan aku hampir mengurungkan niatku untuk mencari sepeda federal lagi.

Sepeninggal Ayahku hidupku pun berubah drastis, penghasilanku yang awalnya cukup untuk membiayai kebutuhanku sendiri sekarang menjadi semakin terasa berat karena harus menanggung kebutuhan rumah dan segala keperluananya. Sampai aku memutuskan untuk menghentikan pencarianku. Aneh memang rasanya kalu difikir secara logis, sepertinya keberuntungan datang menghampiriku lagi. Seorang sahabat Federalis tiba-tiba memberiku sebuah frame Federal Street Cat tua dengan cuma-cuma. Alangkah bahagianya aku menerima hadiah itu, seperti rerumputan kering yang tersiram air hujan karena dalam suasana berkabung aku mendapatkan hadiah yang begitu berharga.

Setelah kuterima tanpa pikir panjang lagi, kubawa frame itu ke bengkel cat di kotaku. Tapi entah kenapa sampai berbulan-bulan tak kunjung selesai. Akupun masih menggunakan sepeda lamaku untuk mencari nafkah sambil menunggu pengerjaan cat itu selesai. Mulai dari sinilah aku menemui titik terang pencarianku. Sepertinya keberuntungan datang bertubi-tubi menghampiriku, sepulang bekerja tanpa sengaja aku melihat sebuah sepeda utuh dengan cat merah maroon yang dihiasi decal emas terikat kencang si sebuah becak. Tampak sangat bagus dan menyala dari kejauhan, semakin dekat terlihat tulisan “FEDERAL TORINO TERRAIN” itu tampak di mataku. Awalnya hanya berniat untuk melihatnya saja karena jujur q belum pernah melihat tipe yang seperti itu, tapi entah kenapa naluriku terpancing untuk menawar sepeda itu.

“Pak apa sepeda ini mau dijual?” kataku.

“Ya silahkan mau di tawar harga berapa” kata si tukang becak itu.

“Kalo boleh 150 ribu pak”

“Wah mas, saya juga belinya juga ga segitu!”

“Ya sudah pak 200 ribu gimana?”

“emm…gini aja mas,saya belinya 300 ribu dari temen saya, kalo mau, mas bayar harga segitu saja, kalo ga percaya nih orangnya mas” si bapak penarik becak itu langsung menarik tangan pemilik pertama sepeda itu.

“gimana mas?” saut si bapak pemilik pertama sepeda itu.

“ini pak apa bener sepedanya tadi dijual 300 ribu” kataku.

“bener mas, lah ini uangnya masih saya pegang” sambil menunjukkan tiga lembar uang 100 ribuan kepadaku.

“saya masih ada sepeda dan frame yang sedang dicat itupun belum selesai, tapi kalo ga dibayar sayang karena ini susah nyarinya” dalam hati kuberucap, dan akhirnya kuputuskan untuk membelinya.

Ya sudah pak saya berani harga segitu, tapi sepedanya tolong di bawakan kerumah saya, nanti saya bayar dirumah”

 

“Wah kalo gitu tambah lagi dong mas, buat ongkos becaknya” si bapak penarik becak itu berkata dengan lantang.

“Ya pak tenang aja nanti saya tambah ongkos becaknya” kataku.

Setelah aku membayar sepeda itu, hampir satu malam aku tak tidur hanya untuk memandangi federalku. Sampai akhirnya aku putuskan untuk membongkar semuanya dan diganti dengan spare part yang menempel di sepeda lamaku.

Sangat puas rasanya aku bisa mendapatkan sepeda federal yang kuaidamkan, apalagi ditambah dengan part yang kukumpulakan hampir satu tahun lamanya, frame hadiah itupun sudah jadi setelah hampir 2 bulan lamanya dan kusimpan sebagai tanda persahabatan yang sangat berarti. Frame sepeda lama yang kupakai dulu pun tak kulupakan begitu saja, karena ialah yang berjasa menghantarkanku mengenal “FEDERAL” dan kurakit kembali untuk di pakai oleh kakakku.

Satu tahun berlalu si toti merah menjadi sepeda kebanggaanku, setia menemaniku hingga aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat di acara Jambore Nasional MTB Federal Indonesia. Dua tahun sudah aku bersama MTB Federal Indonesia, suatu kebanggaan sendiri bisa memiliki dan mengendarai sepeda buatan tanah air yang luar biasa ini, dan aku pun bangga bisa menjadi bagian dari MTB Federal Indonesia.

foto0270a

Oleh: Ageng Priambodo

Pemuda yang semakin tua.

bagas_stacy

Pemuda yang semakin tua.

3 thoughts on “Aku dan Sepeda Federalku (Kesabaran dan Akhir dari Pencarian)

  • September 9, 2014 at 3:39 pm
    Permalink

    saya baru mo recycle sepeda federal lama, klo ga salah yg alley cat. saya mau ganti fork nya, yg bisa fork yg pake ulir kata bengkel. menurut agan, merek apa ya forknya yg bagus?

    Reply
  • November 18, 2017 at 10:42 am
    Permalink

    Gara-gara rencana mau beli sepeda buat bike to work. Trus googling sana sini. Ketemu artikelSepeda Federal Street Cat 550 – The Legent Continue. saya jadi ingat masih punya sepeda yang saya tinggal di rumah lama. Untung masih ada. Saya sudah ambil kembali sepeda Federal merk street cat saya yang sudah lama ada di gudang. Mungkin sudah lebih 15 tahun. Ada sedikit karat di sana sini. tapi setelah di service bisa oke lagi. Tidak kalah dengan produk keluaran terbaru, bahkan banyak sisi lebihnya. Tinggal cat ulang, ganti tapak ban dengan yang lebih kecil. Mau modif ke aliran road bike.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *